PERMENDIKNAS NOMOR 24 TAHUN 2010 PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN REKTOR/KETUA/DIREKTUR PADA PERGURUAN TINGGI YANG DISELENGGARAKAN OLEH PEMERINTAH

SALINAN

PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 24 TAHUN 2010

TENTANG

PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN REKTOR/KETUA/DIREKTUR PADA PERGURUAN TINGGI YANG DISELENGGARAKAN OLEH PEMERINTAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Menimbang  :    bahwa  dalam  rangka  pelaksanaan  Pasal  58E  ayat  (4)  Peraturan Pemerintah   Nomor   66   Tahun   2010   tentang   Perubahan   Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan   Penyelenggaraan   Pendidikan,   perlu   menetapkan   Peraturan Menteri    Pendidikan    Nasional    tentang    Pengangkatan    dan Pemberhentian  Rektor/Ketua/Direktur  pada  Perguruan  Tinggi  yang diselenggarakan oleh Pemerintah;

Mengingat    :    1.   Undang-Undang    Nomor    20    Tahun    2003    tentang    Sistem Pendidikan   Nasional   (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia Tahun  2003  Nomor  78,  Tambahan  Lembaran  Negara  Republik Indonesia Nomor 4301);
2.    Undang-Undang  Nomor  14  Tahun  2005  tentang  Guru dan Dosen  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2005
Nomor  157,  Tambahan  Lembaran  Negara  Republik  Indonesia
Nomor 4586);
3.    Peraturan   Pemerintah   Nomor   9   Tahun   2003   tentang Wewenang   Pengangkatan,   Pemindahan,   dan   Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan   Pemerintah   Nomor   63   Tahun   2009    (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4014);

4.    Peraturan  Pemerintah  Nomor  37  Tahun  2009  tentang
Dosen   (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2009

-2-

Nomor  76,  Tambahan  Lembaran  Negara  Republik  Indonesia
Nomor 5007);
5.    Peraturan  Pemerintah  Nomor  17  Tahun  2010  tentang Pengelolaan        dan         Penyelenggaraan    Pendidikan     (Lembaran Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2010  Nomor  23,  Tambahan Lembaran        Negara        Republik         Indonesia        Nomor        5105) sebagaimana      telah    diubah    dengan        Peraturan    Pemerintah Nomor   66   Tahun   2010   tentang   Perubahan   Atas   Peraturan Pemerintah  Nomor  17  Tahun  2010  tentang  Pengelolaan  dan Penyelenggaraan    Pendidikan        (Lembaran    Negara        Republik Indonesia    Tahun        2010    Nomor    112,   Tambahan        Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);
6.    Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun
2009   tentang   Pembentukkan   dan   Organisasi    Kementerian
Negara Republik Indonesia;
7.    Keputusan   Presiden   Republik   Indonesia   Nomor   84/P Tahun       2009    mengenai    Pembentukan    Kabinet    Indonesia Bersatu II;
8.    Peraturan    Menteri    Pendidikan    Nasional    Republik
Indonesia    Nomor    85    Tahun    2008    tentang    Pedoman
Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan    :    PERATURAN  MENTERI  PENDIDIKAN  NASIONAL  TENTANG PENGANGKATAN    DAN        PEMBERHENTIAN REKTOR/KETUA/DIREKTUR    PADA    PERGURUAN    TINGGI YANG DISELENGGARAKAN OLEH PEMERINTAH.

Pasal  1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

1.            Perguruan   tinggi   yang   diselenggarakan   oleh   Pemerintah, selanjutnya    disebut    perguruan    tinggi    adalah    perguruan    tinggi    yang diselenggarakan oleh Kementerian.
2.        Pemimpin     perguruan    tinggi    adalah     Rektor    pada universitas/institut,    Ketua    pada    sekolah    tinggi,    dan    Direktur     pada politeknik/akademi yang diselenggarakan oleh Kementerian.
3.            Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama   mentransformasikan,   mengembangkan,   dan   menyebarluaskan   ilmu pengetahuan,    teknologi,    dan    seni    melalui    pendidikan,    penelitian,    dan pengabdian kepada masyarakat.
4.        Senat   universitas,   institut,   sekolah   tinggi,   politeknik,   atau akademi   yang  selanjutnya  disebut  Senat  adalah  organ  perguruan  tinggi  yang menjalankan   fungsi   memberi   pertimbangan   dan   melakukan   pengawasan terhadap  Rektor,  Ketua,  atau  Direktur  dalam  pelaksanaan  otonomi  perguruan tinggi bidang akademik.
5.    Kementerian adalah Kementerian Pendidikan Nasional.

-3-

6.    Menteri  adalah  Menteri  yang  bertanggung  jawab  di  bidang
pendidikan nasional.
Pasal 2

Rektor/Ketua/Direktur  pada  perguruan  tinggi  adalah  dosen  Pegawai  Negeri  Sipil yang diberi tugas tambahan sebagai pemimpin perguruan tinggi.

Pasal 3

(1)    Pengangkatan   Rektor/Ketua/Direktur   dilakukan   apabila   terdapat   lowongan jabatan pemimpin pada perguruan tinggi tersebut.
(2)    Lowongan jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terjadi  karena
1.  pejabat lama:
a.    berhenti dari pegawai negeri sipil atas permohonan sendiri;
b.    pensiun;
c.    masa jabatannya berakhir;
d.    diangkat dalam jabatan lain;
e.    dibebaskan dari jabatan akademik;
f.    diberhentikan  dari  pegawai  negeri  sipil  sebelum  masa  jabatan  berakhir karena berbagai sebab; atau
g.    meninggal dunia.
2.  perubahan organisasi perguruan tinggi.

Pasal  4

Persyaratan untuk diangkat sebagai Rektor/Ketua/Direktur : Umum
a.    dosen pegawai negeri sipil
b.    beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
c.    berusia  paling  tinggi  60  (enam  puluh)  tahun  pada  saat  berakhirnya  masa jabatan Rektor/Ketua/Direktur yang sedang menjabat;
d.    memiliki   pengalaman   manajerial   di   lingkungan   perguruan   tinggi   paling rendah  sebagai  ketua  jurusan  atau  sebutan  lain  sekurang-kurangnya  2
(dua) tahun;
e.    bersedia  dicalonkan  menjadi  pemimpin  perguruan  tinggi  yang  dinyatakan secara tertulis;
f.        memiliki setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;
g.    tidak   sedang   menjalani  tugas   belajar   lebih  dari  6   (enam)   bulan  yang
dinyatakan secara tertulis; dan
h.    tidak  pernah  dipidana  berdasarkan  keputusan  pengadilan  yang  memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan perbuatan yang diancam pidana kurungan.

Khusus
a.    berpendidikan  Doktor  (S3)  bagi  calon  Rektor/Ketua  dan  paling  rendah
Magister (S2) bagi calon Direktur; dan
b.    menduduki  jabatan  akademik  paling  rendah  Lektor  Kepala  bagi  calon
Rektor/Ketua dan paling rendah Lektor bagi calon Direktur.

-4-

Pasal 5

(1)    Pengangkatan  Rektor/Ketua/Direktur   pada  perguruan  tinggi  dilakukan  melalui tahap sebagai berikut:
a.tahap penjaringan bakal calon;
b.tahap penyaringan calon; c.tahap pemilihan calon; dan d.tahap pengangkatan.

(2)    Menteri    menugaskan    Senat    untuk    melakukan    penjaringan    bakal    calon Rektor/Ketua/Direktur     dan     penyaringan    calon    Rektor/Ketua/Direktur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b;
(3)    Tata  cara  proses  penjaringan  bakal  calon  Rektor/Ketua/Direktur  dan  proses penyaringan  calon  Rektor/Ketua/Direktur  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  1 huruf a dan huruf b, ditetapkan oleh Senat;
(4)    Penetapan   Senat   sebagaimana   dimaksud   pada   ayat   (3)   mengacu   pada ketentuan yang berlaku dalam Statuta masing-masing perguruan tinggi.

Pasal 6

(1)    Tahap  penjaringan  bakal  calon  Rektor/Ketua/Direktur  dan  penyaringan  calon
Rektor/Ketua/Direktur.
a.    Penjaringan   bakal   calon   Rektor/Ketua/Direktur   dan   penyaringan   calon
Rektor/Ketua/Direktur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf
a dan huruf b dilakukan oleh Senat.
b.    Penjaringan       dan    penyaringan    sebagaimana    dimaksud     pada    huruf    a dilakukan    5    (lima)    bulan     sebelum    berakhirnya    masa      jabatan Rektor/Ketua/Direktur yang sedang menjabat.
c.    Senat menetapkan 3 (tiga) orang calon Rektor/Ketua/Direktur paling lambat
3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya masa jabatan Rektor/Ketua/Direktur yang sedang menjabat.

(2)    Tahap    pemilihan    calon    Rektor/Ketua/Direktur    dan    pengangkatan
Rektor/Ketua/Direktur:
a.    Menteri   dan   Senat   melakukan   pemilihan   Rektor/Ketua/Direktur   dalam sidang Senat;
b.    Menteri    dapat    memberi    kuasa    kepada    pejabat    yang    ditunjuk    untuk
melakukan pemilihan sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
c.    Pemilihan   Rektor/Ketua/Direktur   dilakukan   paling   lambat   2   (dua)   bulan sebelum   berakhirnya   masa   jabatan   Rektor/Ketua/Direktur   yang   sedang menjabat;
d.    Paling  lambat    2  (dua)  minggu  sebelum  pemilihan,  Senat  menyampaikan
daftar  riwayat  hidup  dan  program  kerja  para  calon  Rektor/Ketua/Direktur kepada Menteri;
e.    Pemilihan   Rektor/Ketua/Direktur   sebagaimana   dimaksud   pada   huruf   a dilakukan melalui pemungutan suara secara tertutup dengan ketentuan:
1.    Menteri  memiliki  35%  (tiga  puluh  lima  persen)  hak  suara  dari  total
pemilih; dan

-5-

2.    Senat  memiliki  65%  (enam  puluh  lima  persen)  hak  suara  dan  masing-
masing anggota Senat memiliki hak suara yang sama.
f.        Apabila   terdapat   2   (dua)   orang   calon   Rektor/Ketua/Direktur   yang memperoleh  suara  tertinggi  dengan  jumlah  suara  yang  sama,  dilakukan pemilihan   putaran   kedua   pada   hari   yang   sama   untuk   memilih   suara terbanyak dari kedua calon Rektor/Ketua/Direktur tersebut;
g.    Rektor/Ketua/Direktur    terpilih    adalah    calon    Rektor/Ketua/Direktur    yang memperoleh suara terbanyak;
h.    Menteri menetapkan pengangkatan Rektor/Ketua/Direktur terpilih atas dasar
suara terbanyak sebagaimana dimaksud pada huruf g.

Pasal 7

(1)    Dalam   hal   Rektor/Ketua/Direktur   berhalangan   tetap,   maka   untuk   mengisi kekosongan  jabatan  tersebut  Pembantu  Rektor  I/Pembantu  Ketua  I/Pembantu Direktur    I    atau    sebutan    lain    ditetapkan    sebagai    pelaksana    tugas Rektor/Ketua/Direktur.
(2)    Berhalangan tetap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah:
a.   meninggal dunia;
b.    sakit  yang  tidak  dapat  disembuhkan  dibuktikan  dengan  Berita  Acara
Majelis Pemeriksa Kesehatan Pegawai Negeri Sipil; dan/atau
c.    dipidana  berdasarkan  keputusan  pengadilan  yang  memiliki  kekuatan hukum tetap karena melakukan perbuatan yang diancam pidana kurungan.
(3)    Penetapan   sebagaimana   dimaksud   pada   ayat   (1)   dilakukan   oleh   Direktur
Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri.
(4)    Senat   paling   lambat   1   (satu)   bulan   sejak   Rektor/Ketua/Direktur   dinyatakan berhalangan   tetap   menyampaikan   nama-nama   Pembantu   Rektor/Pembantu Ketua/Pembantu Direktur atau sebutan lain kepada Menteri.
(5)    Menteri  menetapkan  salah  satu  Pembantu  Rektor/Pembantu  Ketua/Pembantu
Direktur  atau  sebutan  lain  sebagai  Rektor/Ketua/Direktur  definitif  melanjutkan sisa masa jabatan Rektor/Ketua/Direktur sebelumnya.
(6)    Dalam hal sisa masa jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) lebih dari 2
(dua)  tahun dihitung sebagai satu masa jabatan.

Pasal 8

Masa   jabatan   Rektor/Ketua/Direktur   adalah   4   (empat)   tahun   dan   dapat   dipilih kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan.

Pasal 9

(1)    Rektor/Ketua/Direktur diberhentikan dari jabatan karena:
a.    telah berusia 65 (enam puluh lima) tahun;
b.    berhalangan tetap;
c.    permohonan sendiri;
d.    masa jabatannya berakhir;
e.    diangkat dalam jabatan negeri yang lain;
f.    dipidana berdasarkan keputusan pengadilan yang memiliki kekuatan
hukum tetap karena melakukan perbuatan yang diancam pidana kurungan;

-6-

g.    diberhentikan sementara dari pegawai negeri sipil;
h.    dibebaskan dari jabatan dosen;
i.    menjalani tugas belajar; dan/atau j.    cuti di luar tanggungan Negara.
(2)  Pemberhentian   Rektor/Ketua/Direktur   sebagaimana   dimaksud   pada   ayat   (1)
dilakukan oleh Menteri.

Pasal 10

(1)   Pada   saat   mulai   berlakunya   Peraturan   Menteri   ini,   ketentuan   mengenai pengangkatan    dan      pemberhentian    Pembantu    Rektor,    Pembantu        Ketua, Pembantu  Direktur,  Dekan  dan  Pembantu  Dekan  sebagaimana  diatur         dalam Peraturan    Menteri    Pendidikan    Nasional    Nomor        67    Tahun    2008    tentang Pengangkatan  dan  Pemberhentian  Dosen  sebagai  Pimpinan  Perguruan  Tinggi dan   Pimpinan   Fakultas,   masih   tetap   berlaku   sepanjang   tidak   bertentangan dan/atau belum diganti dengan peraturan baru.
(2)   Dalam   hal   proses   pengangkatan   dan   pemberhentian   Rektor/Ketua/Direktur sebagaimana  diatur  dalam  Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Nomor  67
Tahun    2008    tentang    Pengangkatan    dan    Pemberhentian    Dosen    sebagai Pimpinan  Perguruan  Tinggi  dan  Pimpinan  Fakultas  telah  menghasilkan  bakal calon  atau  calon  Rektor/Ketua/Direktur,  pemilihan  dan  penetapannya  sebagai Rektor/Ketua/Direktur dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri ini.
(3)   Dalam   hal   proses   pengangkatan   dan   pemberhentian   Rektor/Ketua/Direktur
sebagaimana  diatur  dalam  Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Nomor  67
Tahun    2008    tentang    Pengangkatan    dan    Pemberhentian    Dosen    sebagai Pimpinan  Perguruan  Tinggi  dan  Pimpinan  Fakultas  telah  diusulkan  kepada Menteri, penetapannya dilakukan oleh Menteri.
(4)   Dalam hal proses pengangkatan dan pemberhentian Rektor sebagaimana diatur dalam  Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Nomor  67  Tahun  2008  tentang Pengangkatan  dan  Pemberhentian  Dosen  sebagai  Pimpinan  Perguruan  Tinggi dan    Pimpinan    Fakultas    telah    diusulkan    kepada    Presiden,    penetapannya dilakukan  sesuai  dengan  Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Nomor  67
Tahun    2008    tentang    Pengangkatan    dan    Pemberhentian    Dosen    sebagai
Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pimpinan Fakultas. Pasal 11
Dengan  berlakunya  Peraturan  Menteri  ini,  Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional Nomor  67  Tahun  2008  tentang  Pengangkatan  dan  Pemberhentian  Dosen  sebagai Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pimpinan Fakultas, dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 12

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

-7-

Salinan sesuai dengan aslinya. Biro Hukum dan Organisasi
Kementerian Pendidikan Nasional, Kepala Biro Hukum dan Organisasi,

Dr. Andi Pangerang Moenta, S.H., M.H., DFM. NIP196108281987031003

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 4 Oktober 2010

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, TTD
MOHAMMAD NUH

About these ads

Tentang frontkejujuran

Kumpulan anak bangsa yang memperjuangkan kejujuran
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.